Beberapa hari kemarin aku sempet baca koran harian yang terkenal di Jawa tengah, di koran tersebut ada kolom Suara Pembaca, yang biasanya berisi keluhan orang-orang terhadap suatu kondisi tertentu, atau terkadang opini dan tanggapan terhadap peristiwa tertentu, atau hanya sekedar berita saja.
Di situ aku menemukan sebuah tulisan yang berisikan komplain kepada pelayanan di suatu Tempat pizza yang sangat terkenal yang berada di sebuah Departement Store di Semarang.
Ibu tersebut merupakan langganan di pizza tersebut, biasanya kalo ke situ tidak pernah ada masalah, dan suatu ketika dia bercerita dan mengatakan bahwa ia telah kapok ke situ lagi.
Kronologisnya (versi si Ibu yang complain) seingat saya sebagai berikut:
Ibu dan keluarganya beserta anak kecil datang ke Pizza*** tersebut, namun sempat ribut dengan salah satu waitress gara-gara anaknya yang masih berusia 3 tahun membawa es teh dari luar dan meminumnya, bahkan sampai-sampai waitress tersebut berusaha merebutnya , peraturan di cafe mensyaratkan tidak boleh membawa makanan atau minuman dari luar.
Si ibu ngotot merasa nggak ada masalah karena dia berpikir yang bawa minuman kan anak kecil, apalagi minuman tersebut sedang diminum, dan dia juga tetep berminat beli minum dari situ, apalagi minuman yang ada bersoda dan lainnya asam yang tidak baik untuk anak kecil.
Pihak Pizza akhirnya membolehkan Ibu dan anak kecilnya tersebut masuk dengan membawa Es teh setelah si Ibu berniat mengurungkan niat untuk makan dan minum di situ.
Nha.. kasus-kasus pelanggan yang tidak puas akan pelayanan sebuah tempat usaha yang bersifat jasa sebenarnya sangat-sangatlah sering terjadi… kalo saya melihat dari sudut pandang luar, kasus tersebut harusnya emang tidak perlu terjadi, karena hal sepele malah jadi keributan, malu-maluin aja nih…
Untuk si Ibu:
Bu…Anda bilang sudah tau ada peraturan itu, lalu anda berusaha melanggar aturan tersebut dengan mengatasnamakan kepentingan anak kecil….jadi menurut saya posisi Anda di sini salah kalo anda memarahi waitress tersebut, dia cuman menjalankan tugas…bisa jadi kalo dia tidak menegur anda maka dia yang ditegur atasan, efeknya bisa cuman teguran biasa, SP, pengurangan gaji, bisa sampai pemecatan… masak gara-gara kepentingan Anda yang seperti itu anda akan menyebabkan orang lain di pecat?
Anda mengatasnamakan kepentingan anak kecil brarti anda belum berhasil mendidik anak kecil tersebut dengan baik, kalo emang pengen masuk yo habiskan dulu Es tehnya, titipkan, atau bagaimana caranya supaya masuk tanpa es tehnya, gak susah kok……….jadi coba berpikir dulu sebelum marah dan complain ama orang, siapa tau sebenarnya Anda yang dipihak yang salah ) Anda minta dimaklumi karena anaknya masih kecil itu boleh kok, tapi bisa jadi orang lain melihat peraturan dengan kaku ( terutama level-level karyawan bawahan) jadi Anda harus bisa memaklumi mereka juga dong…jangan dimarahi
Buat Mbak Waitress…
Anda boleh menegakkan peraturan, tapi ya jangan sampai main rebut gitu lah………konsultasikan dengan atasan kalo memang hal itu di luar kewenangan Anda….Toh efeknya gak baik juga kan? Anda kehilangan pelanggan..mungkin 1 orang gak berarti, tapi kalo sikapnya masih seperti itu bisa menjadi sepuluh, seratus dan seterusnya.
So the point is, mari..kita saling berusaha menahan diri dalam kondisi apapun, berusaha berpikir jauh ke depan…coba selami sebab-akibat, pikirkan kepentingan orang lain juga selain kepentingan pribadi ( saling menghormati dan menghargai), bersabar dan hindari konflik karena masalah-masalah yang sebenarnya masih bisa di diskusikan dengan baik.
Semoga bisa menjadi pelajaran yang berarti.
Recent Comments